Oase Berwarna di Selasar Kampus: Menemukan Ketenangan di Depan Lobi FEB
Oase Berwarna di Selasar Kampus: Menemukan Ketenangan di Depan Lobi FEB

Hiruk-pikuk kehidupan kampus di Ciputat sering kali bergerak dalam tempo yang cepat dan padat. Di sepanjang Jalan Ibnu Sina, lalu-lalang mahasiswa yang mengejar kelas pagi, dosen yang bergegas menuju ruang rapat, hingga diskusi-diskusi ilmiah yang berkejaran dengan tenggat waktu, menjadi pemandangan sehari-hari yang menguras energi. Namun, ada yang berbeda dalam beberapa waktu terakhir di Fakultas Ekonomi dan Business (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebuah oase visual baru hadir tepat di depan lobi utama kampus, menawarkan jeda dan ketenangan di tengah riuhnya aktivitas akademik.

Sebuah akuarium besar berdesain modern kini berdiri anggun di sana. Kehadirannya tidak sekadar menjadi pemanis ruangan atau pajangan estetik belaka, melainkan bertransformasi menjadi magnet rekreatif yang memikat siapa saja yang melintas. Di dalam bentangan kaca yang jernih itu, tersaji sebuah dunia bawah air mini yang sarat warna.

Mata para pengunjung lobi akan langsung dimanjakan oleh tarian lincah beraneka jenis ikan. Mulai dari keanggunan ikan koi dengan corak jingga-putihnya yang klasik, keindahan komunal dari ikan mas berwarna-warni, kelincahan ikan layang yang meliuk anggun, hingga kilauan magis dari kawanan ikan neon yang tampak menyala saat menembus sela-sela tanaman air. Komposisi ekosistem mini ini menciptakan harmoni visual yang luar biasa indah.

Kehadiran akuarium ini juga mempertegas komitmen FEB dalam mendukung visi Green Campus (Kampus Hijau) yang diusung oleh UIN Jakarta. Konsep kampus hijau tidak melulu soal menanam pohon atau memilah sampah, tetapi juga tentang bagaimana mengintegrasikan unsur-unsur alam (biophilic design) ke dalam ruang-ruang beton tempat manusia beraktivitas. Akuarium ini menjadi bukti bahwa elemen air dan fauna dapat hidup berdampingan secara selaras di jantung fasilitas pendidikan.

Lebih dari sekadar elemen dekoratif, keberadaan akuarium ini menyimpan manfaat psikologis yang besar bagi civitas akademika. Berbagai studi psikologi lingkungan menyebutkan bahwa memandang pergerakan ikan di dalam air selama beberapa menit dapat menurunkan tingkat kortisol (hormon stres), menurunkan tekanan darah, dan meredakan kecemasan. Bagi mahasiswa yang sedang jenuh merevisi tugas akhir, atau dosen yang baru saja keluar dari ruang kelas setelah jam mengajar yang padat, berdiri sejenak di depan akuarium ini menjadi ritual healing instan yang murah namun efektif.

Daya tarik akuarium ini kian lengkap dengan adanya interaksi langsung. Aktivitas sederhana seperti memberi makan ikan-ikan tersebut terbukti memberikan stimulasi psikologis yang positif. Ada kepuasan batin tersendiri saat melihat kawanan ikan koi dan ikan mas berebut pakan dengan riang, menciptakan riak-riak air yang memecah ketegangan pikiran. Aktivitas ini memicu hormon endorfin yang memunculkan rasa bahagia dan kedamaian.

Kini, sudut di depan lobi utama FEB di Jalan Ibnu Sina itu telah berubah fungsi. Ia bukan lagi sekadar area transisi tempat orang lewat, melainkan ruang perjumpaan sosial yang hangat. Di sana, mahasiswa dan dosen sering kali kedapatan berdiri berdampingan, menghentikan langkah kaki dan gawai mereka sejenak, hanya untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang berenang bebas.

Di tengah dunia akademik yang menuntut kecepatan dan performa tinggi, akuarium baru FEB UIN Jakarta ini hadir sebagai pengingat lembut: bahwa di tengah hiruk-pikuk sedahsyat apa pun, manusia selalu membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak, bernapas, dan menemukan kedamaian lewat keindahan alam yang bersahaja. (AC)

Tag :