Prodi Akuntansi bersama Ikatan Akuntan Indonesia adakan seminar "Beyond The Ledger — Menjadi Akuntan 5.0 yang Menguasai AI, Data, dan Keberlanjutan"
Tangerang Selatan, 13 Mei 2026 – Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Kompartemen Akuntan Kantor Jasa Akuntan (KAKJA-IAI) telah menyelenggarakan kegiatan seminar dengan tema "Beyond The Ledger — Menjadi Akuntan 5.0 yang Menguasai AI, Data, dan Keberlanjutan". Seminar ini bertujuan untuk membekali mahasiswa akuntansi dengan wawasan tentang transformasi profesi di era digital, serta memperkuat fondasi etika profesi berbasis nilai-nilai keislaman.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony, dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN, serta sambutan yang disampaikan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Sofyan Rizal, SE., M.Si., dan sambutan video dari Ketua KAKJA-IAI Dr. Susan Sutedjo, S.E., M.M., M.Ak., Ak., CA. Setelah sesi foto bersama dan pemutaran video profil IAI, acara memasuki sesi inti yaitu penyampaian materi oleh pemateri Brian Pramudita, M.Ak., CA., CPA., BKP., CIB., CCA. selaku Pengurus Kompartemen Akuntan Kantor Jasa Akuntan (KAKJA-IAI), yang dimoderatori oleh dosen tetap prodi akuntansi Dr. Yessi Fitri, S.E., M.Si., Ak., CA.

Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan bahwa profesi akuntan tidak akan punah melainkan berevolusi, di mana 40% tugas rutin akuntansi berpotensi terotomatisasi sehingga akuntan masa depan harus menguasai tiga pilar utama: AI, Data, dan Sustainability. Disampaikan pula berbagai studi kasus inspiratif seperti kegagalan audit Jiwasraya, Wirecard, dan Garuda Indonesia sebagai pelajaran akan pentingnya amanah dan skeptisisme profesional, serta kisah sukses Patagonia, implementasi AI dalam audit oleh EY Helix, dan penerbitan Green Sukuk Indonesia yang menjadi pemimpin global dalam keuangan berkelanjutan syariah. Pemateri juga menekankan enam fondasi akuntan Muslim yaitu akuntansi sebagai perintah (QS. Al-Baqarah : 282), itqan (profesionalisme), tabayyun (verifikasi), amanah, khalifah fil ardh, dan kewajiban life-long learning. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri dan moderator, pembacaan doa, serta penutup. Melalui seminar ini, diharapkan mahasiswa akuntansi mampu bertransformasi menjadi Akuntan 5.0 yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi tetap berpegang teguh pada hati nurani, amanah, dan tanggung jawab kepada Allah SWT sebagai nilai-nilai yang tidak dapat diotomatisasi.
